Pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,34 persen menjadi 106,7 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 72 sen atau 0,8 persen menjadi 93,32 Dolar AS per barel.
Data sementara penyedia data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah dari produsen utama kawasan itu mencapai 12,8 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak Februari. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Di sisi lain, pasar masih mencermati upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Pejabat AS dan Iran dilaporkan berbicara secara terpisah dengan para mediator dalam upaya baru mencapai kesepakatan.
Harapan tercapainya kesepakatan menjadi salah satu faktor yang menahan kenaikan harga minyak agar tidak bertahan di atas 110 Dolar AS per barel.
Perhatian juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi pengiriman minyak dan gas global. Gangguan di jalur tersebut telah menambah tekanan terhadap pasar energi. Selama ketidakpastian pasokan belum benar-benar mereda, harga minyak masih menghadapi dorongan naik sekaligus risiko perubahan arah jika perkembangan konflik dan negosiasi menghasilkan kepastian baru.
BERITA TERKAIT: