Harga Minyak Dunia Memanas, Rupiah Tembus Rp18.007 per Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Selasa, 29 September 2026, 10:17 WIB
Harga Minyak Dunia Memanas, Rupiah Tembus Rp18.007 per Dolar AS
Ilustrasi. (Foto: Generate AI)
Kecil Besar
rmol news logo Nilai tukar (kurs) Rupiah tembus ke level Rp18.000 per Dolar AS pada perdagangan Selasa, 29 September 2026.

Mengutip data Bloomberg hingga pukul 09.50 WIB, Rupiah melemah 29 poin atau 0,16 persen ke level Rp18.007 per Dolar AS.

Pelemahan Rupiah terjadi di tengah menguatnya harga minyak dunia. Mengutip data Reuters, minyak mentah Brent tembus 106 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah WTI naik ke 93 Dolar AS per barel.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap perekonomian Indonesia, terutama jika kenaikan harga minyak berlangsung dalam waktu lama.

"Dampak kenaikan harga minyak terhadap Indonesia terutama terlihat melalui tiga jalur, yakni inflasi, fiskal, dan keseimbangan eksternal. Asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 berada di 70 Dolar AS per barel, sedangkan ICP Juli telah mencapai 81,68 Dolar AS per barel," jelas Ibrahim dalam rieetnya.

Menurutnya, harga ICP pada kisaran 80-90 Dolar AS per barel masih dapat dikelola apabila kenaikan berlangsung sementara. Namun, tekanan fiskal akan semakin besar jika ICP bertahan di kisaran 90-100 Dolar AS per barel atau lebih selama beberapa bulan.

"Dalam kondisi tersebut, pemerintah memiliki sejumlah opsi, mulai dari menambah subsidi dan kompensasi, melakukan realokasi belanja, hingga menyesuaikan harga energi domestik," tuturnya.

Berdasarkan estimasi dalam dokumen fiskal pemerintah, setiap kenaikan ICP sebesar 1 Dolar AS per barel dapat meningkatkan pendapatan negara sekitar Rp3,5-Rp4 triliun.

"Namun, belanja negara berpotensi naik sekitar Rp10,3 triliun, sehingga defisit dapat melebar sekitar Rp6,8 triliun. Sebagai negara net oil importer, Indonesia menghadapi tekanan fiskal lebih besar ketika kenaikan harga minyak berlangsung lama," tandasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA