Keputusan penutupan fisik armada hotel tersebut disampaikan manajemen PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) selaku induk usaha melalui rilis keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Sehubungan dengan bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 lokasi Nagekeo, NTT, dengan intensitas IX (hebat), operasional fisik hotel ditutup sementara," tulis manajemen PNSE dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores yang berlokasi di Jalan Pantai Pede, Labuan Bajo dilaporkan mengalami kerusakan parah pada lantai satu. Dinding bagian depan sepanjang kurang lebih 30 meter tampak hancur, sebagian tembok roboh, serta plafon bangunan jebol akibat kerasnya guncangan.
Seluruh tamu hotel telah dievakuasi. Sebagian wisatawan memilih kembali ke daerah asal, berpindah tempat penginapan, hingga ditampung sementara di kompleks biara biarawati setempat.
Meski fasilitas fisik di Labuan Bajo menghentikan layanan, perseroan menegaskan
Business Continuity Plan berjalan lancar. Seluruh unit hotel lain milik entitas PNSE maupun anak usaha PT Hotel Juwara Warga tetap beroperasi secara normal.
Gempa bumi M 7,7 sebelumnya berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer, berjarak 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan dahsyat ini dirasakan meluas hingga ke wilayah NTB dan Sulawesi Selatan.
BERITA TERKAIT: