Memasuki usia ke-14 tahun, HNI tidak hanya berfokus pada pencapaian angka bisnis, tetapi juga pada dampak yang dihasilkan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Direktur Utama HNI, Agung Yulianto mengatakan, usia 14 tahun menjadi momentum bagi perusahaan untuk melihat kembali perjalanan bisnis sekaligus memaknai lebih jauh pencapaian yang sudah diraih.
Menurutnya, berbagai capaian HNI selama 14 tahun, mulai dari omzet, jumlah anggota, cakupan negara, hingga jumlah produk, merupakan bagian penting dalam perjalanan perusahaan. Namun, angka tersebut bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.
"Terpenting adalah bagaimana ketika HNI itu membesar dan bertumbuh, juga memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat, bangsa, dan negara," kata Agung di Plaza HNI, Jakarta Timur, Sabtu 15 Agustus 2026.
Agung menjelaskan, hingga saat ini omzet HNI mencapai sekitar Rp960 miliar sebelum pajak pertambahan nilai (PPN). Jika dihitung bersama PPN, nilainya mendekati Rp1,2 triliun.
Pertumbuhan tersebut, kata Agung, tidak hanya menggambarkan aktivitas bisnis perusahaan, tetapi juga menunjukkan besarnya ekosistem ekonomi yang bergerak di belakang setiap produk HNI yang terjual.
Menurutnya, satu produk HNI melibatkan rantai pasok yang cukup panjang, mulai dari petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produsen, logistik, distributor, hingga para entrepreneur yang memasarkan produk.
"Jadi mereka semua harus mendapatkan kebermanfaatan," kata Agung.
Menurutnya, HNI juga ingin membangun kualitas sumber daya manusia melalui konsep
people business. Untuk itu, perusahaan tidak semata-mata mendorong anggotanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga membentuk individu yang memiliki integritas dan kapasitas yang semakin baik.
"Kebermanfaatannya bukan sekadar penghasilan yang lumayan. Tapi memang harus membentuk orang-orang yang semakin berkualitas, baik dari integritasnya maupun dari kapasitasnya," kata Agung.
BERITA TERKAIT: