Rangkaian dorongan emosional tersebut mendorong Prudential meluncurkan kampanye regional bertajuk "Janji, jadi nyata" di delapan pasar Asia, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Hong Kong, dan Taiwan.
Inisiatif ini menyoroti bahwa tindakan nyata dalam mempersiapkan risiko hidup merupakan wujud kepedulian terhadap keluarga.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menjelaskan bahwa kesadaran akan perlindungan sering kali berakar dari janji sederhana kepada diri sendiri maupun orang-orang terdekat.
Menurutnya, kesiapan finansial dan kesehatan berperan penting agar rencana masa depan keluarga dapat terus berjalan meskipun dihadapkan pada ketidakpastian.
“Karena pada akhirnya, yang kami lindungi bukan hanya kesehatan dan finansial, tetapi juga rencana dan masa depan yang ingin diwujudkan bersama keluarga,” ujar Karin, dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.
Sementara itu dari sudut pandang berbasis syariah, perlindungan finansial juga dinilai mengandung dimensi kepedulian sosial. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengungkapkan bahwa skema perlindungan syariah mengusung prinsip saling menjaga dan gotong royong (ta'awun). Melalui dana 'tabarru', para peserta saling membantu satu sama lain ketika ada anggota yang mengalami musibah atau membutuhkan manfaat perlindungan.
Pentingnya ketahanan finansial saat risiko kesehatan datang dirasakan langsung oleh Judith T. (44), seorang warga Jakarta. Judith sempat menghentikan polis asuransi yang dimilikinya, sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaftar kembali pada awal 2024 setelah menyadari bahwa risiko kesehatan dapat datang tanpa diprediksi.
Keputusan untuk mempertahankan polis tersebut menjadi krusial ketika ia terdiagnosis penyakit kanker pada akhir 2025. Perencanaan yang telah disiapkannya membantu mengover proses perawatan medis yang harus dijalani.
"Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kesehatan kita. Ketika akhirnya membutuhkan perlindungan ini, saya merasakan langsung manfaatnya. Mempersiapkan perlindungan sejak awal memberi ketenangan untuk terus mendampingi keluarga," ujar Judith.
Kebutuhan masyarakat terhadap kepastian layanan asuransi tercermin dari realisasi pembayaran klaim. Sepanjang tahun 2025, Prudential Indonesia mencatatkan pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun kepada 332.122 penerima manfaat. Pada periode yang sama, Prudential Syariah menyalurkan klaim sebesar Rp2,2 triliun kepada 68.922 penerima manfaat.
Tren tersebut berlanjut pada kuartal I-2026. Prudential Indonesia membayarkan klaim dan manfaat senilai Rp4,4 triliun bagi 161.194 penerima manfaat, sedangkan Prudential Syariah mendistribusikan Rp529 miliar untuk lebih dari 21 ribu penerima manfaat.
Di tengah dinamisnya industri asuransi jiwa nasional, kepatuhan terhadap pembayaran hak nasabah serta edukasi terkait risiko kehidupan tetap menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap instrumen perlindungan finansial.
BERITA TERKAIT: