Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan masih rendahnya realisasi impor salah satunya dipengaruhi kenaikan biaya impor, terutama biaya logistik dan transportasi kapal.
"Realisasi impornya sekarang masih di bawah 50 persen, rata-rata 40 persen. Jadi kami minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," kata Budi di Kementerian Perdagangan, Rabu, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah memberikan kuota impor melalui neraca komoditas dan izin impor juga telah dikeluarkan. Namun, importir masih menghadapi kendala biaya sehingga realisasi pasokan belum maksimal.
"Ya jadi memang salah satu faktor biaya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian lagi nyari produk daging sapi yang tentu biayanya enggak terlalu mahal," ujarnya.
Kenaikan biaya tersebut, kata Budi, bukan disebabkan tarif impor Amerika Serikat. Tekanan justru berasal dari kenaikan harga minyak yang berdampak pada biaya logistik dan transportasi kapal.
"Bukan karena biaya logistik ya. Tapi karena harga minyak ini kan dampaknya biaya logistik, biaya transportasi kapal itu kan naik," tegasnya.
Untuk menekan harga di dalam negeri, pemerintah mendorong importir mencari sumber pasokan yang lebih kompetitif. Selama ini, pasokan daging sapi banyak berasal dari Australia, namun pemerintah juga membuka kemungkinan mencari pemasok dari negara lain.
Selain daging sapi, pemerintah akan mendorong percepatan realisasi impor daging kerbau yang dinilai relatif lebih murah. Namun, realisasinya juga masih belum mencapai 50 persen.
"Kita akan upayakan semua realisasi impor daging baik sapi maupun kerbau ini segera terealisasi," kata Budi.
Pemerintah sebelumnya juga telah meminta para importir segera merealisasikan kuota yang telah diberikan. Budi mengatakan pihaknya telah menghubungi sejumlah importir dan akan kembali menggelar rapat untuk mengetahui kendala yang masih dihadapi.
Harga daging sapi sendiri tercatat lebih tinggi di sejumlah daerah termasuk Maluku, DKI Jakarta, dan Riau. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional (PIHPS) yang dipantau Rabu, 12 Agustus 2026, Harga daging sapi kualitas I relatif turun 0,1 persen menjadi Rp151.000 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II turun 0,07 persen menjadi Rp142.050 per kilogram.
BERITA TERKAIT: