Langkah ini dilakukan untuk memperkuat transformasi dan mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) langsung ke tengah masyarakat Kalimantan Utara.
Wakil Ketua Tim Identitas Penduduk Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sesario Fernandes menegaskan, pelayanan adminduk harus responsif dan tidak boleh terkendala oleh keterbatasan akses geografis maupun fisik.
"Pelayanan administrasi kependudukan harus semakin dekat dengan masyarakat. Penduduk rentan juga harus mendapatkan pelayanan yang setara," ujar Sesario dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.
Ia menambahkan, semangat
rebranding ini juga berfokus pada pemanfaatan teknologi serta pemutakhiran data kependudukan sebagai fondasi utama pelayanan publik nasional.
Selama tiga hari pelaksanaan pelayanan lapangan (26-28 Agustus 2026), tim gabungan berhasil menembus 1.387 layanan adminduk.
Rinciannya, pada 26 Agustus di Kantor Lurah Tarakan Utara tercatat 511 layanan, meliputi perekaman dan pencetakan KTP-el, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pelayanan berlanjut di Kantor Lurah Karang Rejo pada 27 Agustus dengan memproses 474 layanan. Sementara pada 28 Agustus di Kecamatan Tarakan Timur, petugas melayani sebanyak 402 dokumen kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Tarakan, Hery Purwono menyambut positif sinergi pusat dan daerah ini. Menurutnya, skema jemput bola sangat membantu memangkas birokrasi dan mempercepat pemenuhan hak sipil warga.
"Pelayanan jemput bola memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama penduduk rentan. Kami ingin memastikan kebutuhan dokumen kependudukan dapat dilayani secara cepat dan tepat," kata Hery.
BERITA TERKAIT: