70 Tahun Hubungan Diplomatik, Dagang RI-Bulgaria Kian Erat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 15 September 2026, 10:56 WIB
70 Tahun Hubungan Diplomatik, Dagang RI-Bulgaria Kian Erat
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso bersama Wakil Perdana Menteri (PM) dan Menteri Ekonomi Bulgaria, Alexander Poulev, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin kemarin, 14 September 2026. (Foto: Humas Kemendag)
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Bulgaria, khususnya di bidang perdagangan dan investasi, di tengah hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung selama 70 tahun.

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso bertemu dengan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Ekonomi Bulgaria, Alexander Poulev, di kantor Kemendag, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

“Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi,” kata Budi.

Menurutnya, Bulgaria berpotensi menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa Tenggara. Karena itu, Budi meminta dukungan Bulgaria terhadap target implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada awal 2027.

“Kami berharap pertemuan hari ini dapat mendorong peningkatan kerja sama dan agar kedua negara segera merasakan manfaat dari perjanjian tersebut,” ujarnya.

Budi juga mengundang pelaku usaha Bulgaria menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sementara itu, Poulev menyambut baik penguatan hubungan ekonomi kedua negara. Menurutnya, posisi Bulgaria sebagai negara di kawasan timur Uni Eropa dapat menjadi pintu bagi perusahaan Indonesia untuk memasuki pasar Uni Eropa yang berpenduduk sekitar 450 juta jiwa.

Poulev juga menyatakan dukungan terhadap implementasi I-EU CEPA serta peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi. Sejumlah sektor yang dinilai potensial untuk dikembangkan antara lain pertanian, komponen otomotif, pangan, teknologi satelit, logistik, serta produk daging yang memenuhi persyaratan halal.

Selain itu, Poulev mengundang Indonesia untuk mengaktifkan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) pada semester pertama 2027.

Forum tersebut dinilai dapat mempercepat realisasi kerja sama strategis, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

Perdagangan Indonesia-Bulgaria

Pada 2025, Bulgaria menjadi negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia ke-76 dan negara asal impor nonmigas ke-67.

Total perdagangan kedua negara mencapai 230,8 juta Dolar AS, dengan surplus bagi Indonesia sebesar 64,2 juta Dolar AS.

Ekspor Indonesia tercatat 147,4 juta Dolar AS, sedangkan impor dari Bulgaria sebesar 83,1 juta Dolar AS.

Produk utama ekspor Indonesia ke Bulgaria antara lain bijih nikel dan konsentratnya, aluminium tidak ditempa, produk besi dan baja bukan paduan, serta margarin.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA