Pada penutupan perdagangan Jumat 7 Agustus 2026 waktu setempat, Indeks pan-Eropa Euro STOXX 50 menguat 0,4 persen ke level 6.530, sementara STOXX Eropa 600 naik 0,4 persen menjadi 661. Sektor teknologi dan infrastruktur AI menjadi motor penggerak utama dalam dua sesi terakhir.
Saham produsen perangkat lunak asal Jerman, SAP, melonjak 4,1 persen, diikuti kenaikan signifikan dari pembuat semikonduktor Infineon Technologies (2,9 persen hingga 3 persen) dan STMicroelectronics (3,1 persen hingga 3,2 persen). Sektor farmasi Eropa juga mencatatkan penutupan pekan yang kuat melalui kenaikan saham Sanofi (1,3 persen) dan Argenx (1,3 persen).
Di Jerman, indeks DAX 40 melesat 0,7 persen ke rekor 26.355, mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 2,8 persen. Penguatan ini didukung oleh data produksi industri dan ekspor Jerman yang melampaui perkiraan. Selain lonjakan saham teknologi dan industri seperti Siemens dan Scout24, saham BMW serta Deutsche Borse turut menguat hingga 3,6 persen.
Di Prancis, CAC 40, turut menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.715 setelah menguat 0,2 persen. Performa ini didukung oleh membaiknya neraca perdagangan Prancis, di mana defisit Juni menyusut menjadi 5,8 miliar Euro seiring lonjakan ekspor sebesar 2,6 persen. Saham sektor manufaktur melonjak. Namun, sektor barang mewah mengalami tekanan; saham LVMH, Kering, dan L'Oréal terkoreksi akibat kekhawatiran ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, tingkat pengangguran Prancis dilaporkan naik menjadi 8,3 persen pada kuartal kedua.
Di Italia, indeks FTSE MIB relatif stagnan di level 53.717 namun tetap bertahan di titik tertingginya pekan ini. Sektor perbankan mewarnai dinamika pasar di tengah wacana konsolidasi industri.
Sementara itu di Inggris, FTSE 100 bergerak terbatas sebelum ditutup naik tipis. Investor cenderung berhati-hati menanti kepastian terkait dinamika jalur perdagangan Selat Hormuz. Emiten penambang emas dan logam mulia seperti Fresnillo memimpin kenaikan. Sebaliknya, emiten energi seperti Shell dan BP tertekan akibat volatilitas harga minyak.
BERITA TERKAIT: