Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk menyediakan sarana pendukung aktivitas perikanan, tetapi juga memperkuat pengelolaan hasil tangkapan dan perekonomian masyarakat.
Potensi laut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kampung Waryesi. Namun, aktivitas nelayan masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan akses terhadap pasar.
Kondisi tersebut membuat hasil tangkapan belum selalu dapat dijual dengan mudah setelah nelayan kembali dari laut.
Nelayan Kampung Waryesi, Matias Mansoben, menggambarkan persoalan tersebut dari pengalaman masyarakat sehari-hari.
Menurut dia, belum tersedianya tempat penjualan ikan yang layak menjadi salah satu kendala ketika nelayan hendak memasarkan hasil tangkapan.
“Tempat untuk jual ikan sendiri belum ada, tempat yang layak untuk kami jual hasil tangkapan dari laut. Sehingga banyak yang kami bawa datang, kadang jual tidak laku, akhirnya bisa dimakan saja,” kata Matias, dikutip Jumat 18 September 2026.
Persoalan tersebut menunjukkan bahwa tantangan nelayan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menangkap ikan.
Setelah hasil laut diperoleh, nelayan juga membutuhkan dukungan untuk mendaratkan, menyimpan, mengelola, mendistribusikan, dan memasarkan hasil tangkapan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
Matias mengatakan, kondisi keterbatasan pasar tersebut masih menjadi persoalan yang harus dihadapi masyarakat.
Sebagian hasil tangkapan dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi masih terdapat hasil laut yang belum memiliki tujuan pemasaran yang jelas.
“Kami jual satu dua ekor untuk mungkin kebutuhan keluarga di rumah, sedangkan sebagian besar kami mau jual ke mana,” ujar Matias.
Pembangunan KNMP Waryesi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi pesisir.
Dukungan sarana perikanan, mulai dari kebutuhan melaut hingga penanganan hasil tangkapan, menjadi penting agar aktivitas nelayan tidak berhenti pada proses menangkap ikan.
Kebutuhan seperti BBM, es, tempat pendaratan, perahu, alat tangkap, serta akses transportasi dan pemasaran menjadi bagian yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha nelayan.
Dengan dukungan sarana yang memadai, masyarakat diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan aktivitas perikanan secara produktif.
BERITA TERKAIT: