The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 30 Juli 2026, 07:16 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 3,5-3,75 persen pada rapat kebijakan yang digelar Rabu, 29 Juli 2026, waktu setempat.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengambil keputusan dengan hasil pemungutan suara 9 berbanding 3 untuk mempertahankan suku bunga. Tiga suara yang menolak berasal dari Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden The Fed Dallas Lorie Logan.

Ketiganya menilai inflasi masih terlalu tinggi dan belum kembali ke target 2 persen yang ditetapkan The Fed. Dalam pernyataan resminya, FOMC menyebut ketiga pejabat tersebut lebih memilih menaikkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 0,25 poin persentase pada pertemuan ini.

Perbedaan pendapat ini menjadi yang pertama sejak September 2016 ketika tiga pembuat kebijakan The Fed secara bersamaan menyuarakan keberatan dengan arah kebijakan yang sama.

Kepala Divisi Suku Bunga AS di BMO Capital Markets, Ian Lyngen, menilai hasil pemungutan suara tersebut menunjukkan kecenderungan kebijakan yang lebih ketat.

"Kami menafsirkan ini sebagai Komite yang didominasi oleh para pendukung kebijakan moneter ketat," kata Lyngen, dikutip dari CNBC International, Kamis 30 Juli 2026.

Keputusan ini menjadi ujian awal bagi Ketua The Fed Kevin Warsh, yang sebelumnya memilih tidak memberikan banyak petunjuk kepada pasar mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Sebelum rapat berlangsung, mayoritas pelaku pasar memang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga. Meski demikian, sebagian investor sempat memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga secara mengejutkan.

Warsh berpendapat bank sentral sebaiknya tidak terlalu banyak memberikan sinyal kepada pasar mengenai langkah berikutnya. Menurutnya, The Fed lebih baik menjelaskan kondisi ekonomi yang menjadi dasar pengambilan keputusan, bukan mengarahkan ekspektasi pasar.

Pernyataan hasil rapat kali ini hampir tidak berubah dibandingkan pernyataan setelah rapat Juni lalu. The Fed kembali menyatakan bahwa aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh dengan baik meski ketidakpastian tetap tinggi, terutama akibat konflik di Timur Tengah.

Selain itu, The Fed menilai pertumbuhan lapangan kerja masih sejalan dengan jumlah tenaga kerja, sementara tingkat pengangguran relatif stabil meski angkatan kerja mengalami sedikit penurunan.

"Komite akan mewujudkan stabilitas harga," kata The Fed.

Menurut sejumlah pejabat The Fed, inflasi masih membebani rumah tangga Amerika dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda secara meyakinkan. Tekanan harga juga dipicu oleh tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump serta kenaikan harga energi akibat konflik dengan Iran.

Dalam proyeksi yang dirilis pada Juni lalu, mayoritas anggota FOMC masih memperkirakan akan ada satu kali kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase sebelum akhir 2026.

Meski demikian, pandangan di internal The Fed belum sepenuhnya sejalan. Gubernur The Fed Christopher Waller juga mengakui suku bunga mungkin perlu dinaikkan jika inflasi tidak terus membaik. Namun, pada rapat kali ini ia tetap memilih mendukung keputusan mempertahankan suku bunga.

Sementara itu, Warsh berulang kali menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas utama, tetapi ia juga ingin mengubah cara The Fed berkomunikasi dengan pasar agar tidak terlalu bergantung pada panduan mengenai arah suku bunga di masa depan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada awal pekan ini kembali menyatakan dukungannya kepada Warsh.

"Kevin Warsh fantastis," kata Trump, seraya menyebut beberapa pejabat The Fed lainnya memiliki "niat buruk" dan kemungkinan didorong oleh motif politik.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA