Harga emas spot tercatat turun 0,7 persen menjadi 4.254,77 Dolar AS per ons pada pukul 07.10 WIB. Kondisi serupa juga terjadi pada harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember yang melemah 0,7 persen ke posisi 4.289,70 Dolar AS per ons.
Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah sebesar lebih dari 1 persen. Lonjakan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, meskipun pihak Iran menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan penyelesaian terbaik.
Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat mendorong laju inflasi karena mendongkrak biaya di berbagai sektor ekonomi. Meskipun emas kerap dijadikan aset lindung nilai terhadap inflasi, komoditas ini justru cenderung tertekan di tengah suku bunga tinggi. Tingginya suku bunga mendongkrak imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Tekanan di pasar logam mulia tidak hanya dialami oleh emas. Harga perak spot turut menyusut 1 persen menjadi 63,67 Dolar AS per ons. Sementara itu, platinum melemah 0,7 persen ke posisi 1.765,28 Dolar AS per ons, dan paladium turun 0,7 persen menjadi 1.257,70 Dolar AS per ons.
Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada awal September, membawa kisaran target suku bunga ke level 3,75 persen hingga 4 persen. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 66 persen pada bulan Oktober.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyampaikan kekhawatirannya bahwa inflasi yang terus tinggi dapat membuat masyarakat terbiasa menganggap kenaikan harga sebagai kondisi normal, sesuatu yang menurutnya harus dicegah oleh bank sentral.
Di sisi lain, survei terbaru menunjukkan sentimen konsumen AS merosot ke level terendah dalam empat bulan pada September akibat kekhawatiran tergerusnya daya beli rumah tangga.
BERITA TERKAIT: