Sebagai bagian dari grup konglomerasi yang sama, BUMI berperan sebagai produsen batu bara utama, sedangkan DEWA beroperasi sebagai kontraktor jasa pertambangan yang kerap bersinergi dalam ekosistem bisnis kelompok usaha tersebut.
Pantauan RMOL pada data perdagangan Bursa, hingga pukul 12.40 WIB, saham DEWA tercatat parkir di level 444 per saham. Sepanjang perdagangan sesi pertama, harga saham DEWA bergerak dalam rentang batas bawah di level 432 dan batas atas mencapai 462.
Total volume transaksi yang dibukukan menembus 887.525.800 saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp396,77 miliar melalui 36.255 kali frekuensi perdagangan.
Nilai kapitalisasi pasar DEWA saat ini berada di kisaran Rp40,68 triliun, dengan volume transaksi di pasar negosiasi tercatat sebesar 419.600 saham.
Sementara itu, induk usahanya yakni BUMI mencatatkan aktivitas perdagangan yang jauh lebih padat.
Hingga pukul 12.31 WIB, harga saham BUMI ditutup pada posisi 165 per saham, setelah bergerak di antara level terendah 157 dan level tertinggi 169. Aktivitas transaksi BUMI didominasi oleh perputaran volume yang sangat masif, mencapai 2,62 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp425,71 miliar.
Tingginya frekuensi perdagangan yang menyentuh 43.870 kali mencerminkan tingginya likuiditas saham ini di pasar reguler. Kapitalisasi pasar BUMI kini berada di level Rp371,33 triliun, didukung oleh transaksi pasar negosiasi sebesar 18,56 juta saham.
Secara keseluruhan, BUMI unggul signifikan dari sisi nilai kapitalisasi pasar, nilai transaksi harian, serta tingkat likuiditas perdagangan.
Di sisi lain, DEWA diperdagangkan pada nominal harga per saham yang lebih tinggi dengan rentang fluktuasi harian yang cukup lebar, mempertegas dominasi saham-saham Group Bakrie dalam jajaran transaksi terbesar di bursa pada sesi I hari ini.
BERITA TERKAIT: