Penurunan harga cukup tajam terjadi pada kedua acuan pada Senin, 27 Juli 2026. Minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman September turun 8,7 persen dan ditutup di 88,36 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September merosot 7,5 persen menjadi 82,61 Dolar AS per barel.
Penurunan ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global. Selama hampir dua pekan terakhir, konflik antara AS dan Iran sempat memicu lonjakan harga minyak karena dikhawatirkan mengganggu jalur distribusi energi di kawasan Timur Tengah.
Iran dilaporkan telah menyatakan akan menghentikan serangan selama AS bersedia menahan diri untuk tidak melakukan serangan baru. Sikap tersebut meningkatkan harapan bahwa konflik tidak akan semakin meluas.
Membaiknya prospek keamanan di kawasan membuat pelaku pasar kembali fokus pada kondisi pasokan minyak yang dinilai lebih stabil. Akibatnya, premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak melonjak mulai menghilang.
Meski demikian, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan hubungan antara AS dan Iran. Setiap perubahan situasi di Timur Tengah berpotensi kembali memengaruhi harga minyak dunia dalam waktu singkat.
BERITA TERKAIT: