Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 17 Juli 2026, 10:17 WIB
Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Kecil Besar
rmol news logo Harga minyak dunia sedikit turun meski masih bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Pasar tetap dibayangi kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, harga minyak mentah Brent turun 72 sen atau 0,9 persen menjadi 84,23 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 65 sen atau 0,8 persen ke 78,95 Dolar AS per barel. Sebelumnya, kedua kontrak sempat menguat lebih dari 1 persen sebelum akhirnya berbalik melemah.

Meski terkoreksi, pasar masih mengkhawatirkan risiko terganggunya pasokan energi global. Iran dikabarkan telah meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menyerang fasilitas penting milik Iran.

Kondisi ini menambah tekanan terhadap pasar karena Selat Hormuz masih mengalami gangguan akibat konflik. Jika jalur Laut Merah melalui Bab el-Mandeb juga terganggu, pasokan minyak global berpotensi terkena pukulan ganda. Data Kpler menunjukkan sekitar 7,4 juta barel minyak per hari melintasi Bab el-Mandeb pada Juni, atau sekitar 7 persen produksi minyak dunia.

Di sisi lain, kenaikan produksi Irak sedikit membantu meredakan kekhawatiran pasar. Berdasarkan data Kpler, ekspor minyak Irak pada paruh pertama Juli melonjak menjadi sekitar 1,2 juta barel per hari, lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya, setelah pengiriman yang sempat dibatasi mulai kembali normal. rmol news logo article
|
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA