Inovasi tersebut dipamerkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam ajang pameran hasil riset BRIN di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam pidatonya, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa teknologi ANG memungkinkan gas alam domestik disimpan pada tekanan sekitar 30 bar, jauh lebih rendah dibandingkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) konvensional.
ANG disebut memanfaatkan material Metal-Organic Framework (MOF) yang dikembangkan oleh peraih Nobel Kimia 2025, Prof. Susumu Kitagawa.
Untuk mempercepat pengembangannya, BRIN telah membangun sister laboratory bersama ilmuwan asal Jepang tersebut.
Berdasarkan kajian awal, pemanfaatan teknologi ini dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran negara hingga Rp26 triliun per tahun.
"BRIN telah membangun sister laboratory bersama beliau di Jepang. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini berpotensi menghemat beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun," ungkap Arif.
Mengacu pada informasi yang dipublikasikan BRIN, ANG menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain peningkatan aspek keselamatan, efisiensi penyimpanan, serta potensi penurunan biaya sistem, meski masih memerlukan pengembangan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas pada skala komersial.
Selain memamerkan teknologi ANG, BRIN juga membawa sekitar 150 hingga 200 produk inovasi dari 12 klaster riset.
Berbagai hasil riset tersebut mencakup bidang pangan, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga inovasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan kampung nelayan.
BERITA TERKAIT: