Harga emas spot naik 0,8 persen menjadi Dolar AS4.086,36 per ons pada pukul 01.20 WIB. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup menguat 1,5 persen ke Dolar AS4.152,60 per ons.
Penguatan terjadi setelah harga minyak dunia merosot lebih dari 5 persen ke level terendah dalam tiga pekan. Penurunan tersebut dipicu optimisme terhadap penyelesaian diplomatik konflik Iran yang berpotensi kembali memperlancar pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Selain emas, perak spot melonjak 2,8 persen menjadi Dolar AS59,82 per ons. Platinum dan paladium masing-masing melesat 7,1 persen menjadi Dolar AS1.742,63 dan Dolar AS1.354,27 per ons.
Pelemahan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang menopang emas. Harga energi yang lebih rendah mengurangi tekanan inflasi dan membuka ruang bagi ekspektasi suku bunga yang lebih rendah. Kondisi ini cenderung positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Perhatian investor kini beralih ke data ketenagakerjaan AS, termasuk laporan tenaga kerja swasta ADP pada Rabu dan nonfarm payrolls pada Jumat pekan ini. Data tersebut diperkirakan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan Federal Reserve. Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 57 persen terjadinya kenaikan suku bunga pada September.
BERITA TERKAIT: