Wasekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Estiana Fithriana Dewi menyebut agar UMKM bisa melangkah maju hingga menembus pasar global maka perlu didukung oleh kebijakan yang memadai, termasuk peran perbankan.
“Perbankan harus memberikan akses seluas-luasnya untuk UMKM agar mendapatkan peluang besar menembus pasar ekspor,” kata Esti kepada
RMOL di Jakarta, Kamis malam, 6 Agustus 2026.
Ia melihat potensi ekspor UMKM terbuka lebar untuk beberapa komoditas. Misalnya kerajinan kayu dari Indonesia yang sangat diminati di luar negeri.
“Para pengrajin kayu di dalam negeri yang masuk kategori UMKM harus bisa menangkap peluang pasar global yang begitu besar. Di Arab Saudi kerajinan kayu dari Indonesia sangat diminati,” jelasnya.
Lanjut dia, perlindungan UMKM di dalam negeri juga perlu dilakukan pemerintah. Terutama dari banjirnya barang-barang impor.
“Pemerintah harus membatasi barang impor yang di Indonesia juga melimpah, misalnya seperti pakaian dan mainan anak-anak. Kalau barang-barang itu membanjiri Indonesia, maka produk UMKM bisa tersisih,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: