Pernyataan tersebut meningkatkan harapan pasar bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat mereda sehingga risiko gangguan pasokan minyak global ikut berkurang.
Pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, waktu AS, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 1,9 persen menjadi 71,57 Dolar AS per barel. Sepanjang Juni, Brent telah merosot sekitar 21 persen, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS turun 1,3 persen ke 68,58 Dolar AS per barel. Selama Juni, harga WTI juga anjlok lebih dari 20 persen, mencatat kinerja bulanan terburuk sejak akhir 2021.
Trump mengatakan perkembangan pembicaraan dengan Iran menunjukkan sinyal positif.
"Sejauh ini, denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita akan lihat hasilnya," ujar Trump kepada wartawan.
Pembicaraan tersebut berlangsung di Doha, Qatar, melalui jalur tidak langsung. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner, bertemu dengan para mediator Qatar, sementara delegasi Iran tidak bertatap muka langsung dengan pihak AS.
Fokus utama pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati selat ini, sehingga setiap peningkatan konflik di kawasan berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Sebelumnya, pada 17 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman berisi 14 poin untuk menghentikan pertempuran yang sempat mengganggu arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Meski demikian, media pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal kontainer asing sempat kandas di Selat Hormuz setelah menggunakan jalur yang tidak disetujui otoritas Iran. Insiden tersebut belum dilaporkan mengganggu lalu lintas pelayaran secara signifikan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: