Penguatan ini ditopang oleh antisipasi rilis data ketenagakerjaan AS (NFP) serta menguatnya ekspektasi pasar sebesar 66 persen bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September nanti.
Meski demikian, penguatan Dolar AS sempat menyusut setelah Chairman Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa ekspektasi dan risiko inflasi dalam beberapa pekan terakhir sebenarnya telah mereda.
Penguatan Dolar AS membawa Indeks DXY, yang mengukur pergerakan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama termasuk Euro dan Yen, naik 0,17 persen ke level 101,41.
Sentimen penguatan Dolar AS ini turut menekan mata uang utama lainnya. Yen Jepang sempat tersungkur ke level terendah dalam 40 tahun sebelum akhirnya stabil di level 162,56 per Dolar AS seiring memudarnya reli greenback.
Sementara itu, Euro juga ikut melemah 0,39 persen menjadi 1,1376 terhadap Dolar AS dipicu oleh penurunan inflasi kawasan Euro yang di bawah ekspektasi.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: