Penguatan didukung kenaikan harga minyak dan menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS).
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama termasuk Yen dan Euro, naik 0,20 persen menjadi 99,80.
Penguatan Dolar AS terjadi meski data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan kembali menekan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Peluang kenaikan suku bunga pada September kini diperkirakan 52 persen, turun dari 67 persen sepekan sebelumnya.
Pasar selanjutnya mencermati data indeks harga konsumen (CPI), harga produsen, dan penjualan ritel AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah inflasi dan kebijakan The Fed. Kenaikan harga minyak lebih dari 4 persen juga menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.
Di pasar valuta asing, Euro melemah 0,13 persen menjadi 1,1542 Dolar AS, sementara Yen Jepang tertekan 0,84 persen menjadi 159,14 Yen per Dolar AS. Pelemahan Yen menjadi yang terbesar dalam hampir lima bulan.
Dolar Australia juga turun 0,16 persen menjadi 0,7056 Dolar AS menjelang keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) pada Selasa.
Secara keseluruhan, Dolar AS masih mendapat dukungan dari ketidakpastian inflasi dan kebijakan moneter, meski ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat mulai berkurang.
BERITA TERKAIT: