Pergerakan ini mengekor lesunya Wall Street pada Jumat lalu yang dipicu oleh aksi jual massal saham-saham sektor semikonduktor.
Langkah para pelaku pasar cenderung defensif sembari menanti rilis data penting bulan Juni, khususnya angka kepercayaan bisnis dan konsumen domestik. Meski sempat menunjukkan perbaikan pada Mei lalu, kedua indikator tersebut dinilai masih rapuh.
Selain itu, radar investor juga tertuju pada rilis data PMI China serta laporan ketenagakerjaan AS demi membaca arah ekonomi dua raksasa dunia tersebut.
Lonjakan harga minyak ikut memberikan alarm inflasi, yang memperkuat spekulasi bahwa suku bunga tinggi masih akan bertahan. Tekanan terbesar pada indeks hari ini datang dari sektor utilitas, layanan komunikasi, teknologi elektronik, dan keuangan.
Beberapa saham blue-chip yang menahan laju indeks antara lain; Bandara Internasional Auckland yang jatuh 1,1 persen, Meridian Energy yang turun 1,0 persen, Infratil berkurang 0,7 persen dan Pelabuhan Tauranga turun 0,3 persen.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: