Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan Masjid Istiqlal memiliki sejumlah program yang berfokus pada penguatan ekonomi umat, salah satunya melalui Istiqlal Global Fund (IGF).
"Istiqlal Global Fund menjadi semacam business center dan memberikan pelatihan kepada pengusaha-pengusaha muslim, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah," ujar Nasaruddin, Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain pendampingan usaha, Masjid Istiqlal juga mengembangkan skema pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf produktif melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia.
Menurut Nasaruddin, Masjid Istiqlal menjadi masjid pertama yang memanfaatkan instrumen pasar modal untuk mengembangkan dana wakaf secara produktif.
"Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal. Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat," jelasnya.
Ia menerangkan, konsep wakaf produktif tersebut memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Keuntungan dari pengelolaan dana investasi kemudian disalurkan kembali untuk kepentingan umat.
"Kita tidak menggunakan istilah deposito, tetapi wakaf produktif. Sebagian keuntungan dari saham itu dikembalikan kepada umat melalui berbagai program Masjid Istiqlal. Inilah yang kami paralelkan dengan Bursa Efek," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: