Di kawasan Asia, saham-saham produsen chip menjadi motor penguatan pasar. Reli ini sekaligus menjadi pembalikan setelah sektor semikonduktor sempat tertekan pada awal pekan akibat kekhawatiran valuasi AI yang dinilai terlalu tinggi serta meningkatnya persaingan dari produsen chip asal China.
Pergerakan indeks utama di Asia pun mayoritas berada di zona hijau. Indeks ASX 200 Australia naik 0,36 persen ke level 9.000,10.
Di Korea Selatan, Kospi melonjak hingga 15,63 persen ke 6.467,94, didorong lonjakan saham SK Hynix dan Samsung Electronics yang bahkan sempat memicu penghentian perdagangan (trading halt).
Sementara itu, Nikkei 225 Jepang menguat 5,33 persen ke 65.167,42, sedangkan Topix naik 1,94 persen. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong juga bergerak lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya.
Sentimen positif dari bursa Asia diperkirakan ikut menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setelah menguat 1,56 persen ke level 6.186 pada perdagangan sebelumnya, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan seiring kembali masuknya dana investor asing (net buy).
Selain itu, ETF Indonesia iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang diperdagangkan di New York juga melonjak 3,08 persen, menjadi sinyal positif bagi pasar domestik.
BERITA TERKAIT: