Demikian penegasan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani saat menghadiri JAFEX 2026 yang mengusung tema ‘Unlocking the Value of Jakarta’s Assets’ di The St. Regis Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa 12 Agustus 2026.
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta menjadi salah satu target penting dalam pelaksanaan JAFEX.
"Termasuk kepercayaan investor di DKI Jakarta," kata Rany, dikutip dari laman DPRD DKI.
Menurut Rany, dukungan investasi dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan Jakarta. Sebab, butuh biaya besar. Harapannya, peningkatan aktivitas ekonomi turut berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Sektor yang memiliki peluang pengembangan investasi antara lain transportasi dan UMKM.
“Lebih banyak kalau saya lihat investasi yang bisa diharapkan untuk bisa bergabung di bidang transportasi,” kata Rany.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Wahyu Dewanto.
“Ya tentunya ini sudah saatnya lah sekarang Pemda membuka diri,” kata Wahyu.
Ia menilai, Jakarta memiliki potensi aset yang sangat besar. Namun selama ini, proses kolaborasi dengan pihak swasta masih menghadapi tantangan dari sisi birokrasi.
“Jakarta itu asetnya besar, puluhan triliun, bahkan ratusan,” kata Wahyu.
Melalui JAFEX, kata dia, Pemprov DKI bisa mulai membuka informasi mengenai berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan. Baik melalui perangkat daerah maupun BUMD.
“Alhamdulillah sudah dibuka sekarang, dari dinas, dari BUMD semua menawarkan (investasi),” kata Wahyu.
Ia menegaskan, optimalisasi aset tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pendanaan daerah. Lebih dari itu. Pengelolaan aset melalui kolaborasi bisa menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, tambah Wahyu, kepastian hukum dan kecepatan proses menjadi faktor penting untuk meyakinkan investor untuk menanamkan modal di Jakarta.
“Karena kalau enggak, kita ditinggal lagi,” pungkas Wahyu.
BERITA TERKAIT: