Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 05 Juni 2026, 07:40 WIB
Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis 4 Juni 2026, didorong pelemahan Dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. 

Optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah laporan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon turut mendukung kenaikan logam mulia tersebut.

Harga emas spot naik 1 persen ke 4.476,85 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS kontrak Agustus ditutup menguat 0,9 persen menjadi 4.505 Dolar AS per ons.

Meredanya risiko geopolitik mendorong pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil US Treasury, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. 

Indeks Dolar AS turun membuat emas lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain.

Pasar juga menyambut positif kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon yang memicu harapan tercapainya kesepakatan lebih luas antara AS dan Iran. Meski demikian, pelaku pasar menilai peluang emas mencetak rekor baru masih bergantung pada perkembangan geopolitik dan prospek suku bunga AS. 

Investor kini menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Di pasar logam mulia lainnya, perak spot naik 1,7 persen menjadi 73,95 Dolar AS per ons, platinum menguat 2,1 persen ke 1.897,61 Dolar AS per ons, dan paladium bertambah 1,4 persen menjadi 1.320,23 Dolar AS per ons. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA