Meski demikian, emas tetap membukukan kenaikan bulanan 1,1 persen sepanjang Juli, performa bulanan terbaik sejak Februari, karena didukung melandainya inflasi AS bulan Juni, turunnya harga minyak di awal bulan, serta komitmen Ketua The Fed Kevin Warsh untuk tidak langsung menaikkan suku bunga.
Faktor-faktor ini memicu penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi 65 persen (turun dari 80 persen) berdasarkan CME FedWatch Tool. Beberapa analis mengungkapkan, emas masih tertahan untuk melonjak meski konsisten berada di atas level psikologis 4.000 Dolar AS per troy ounce.
Di sisi lain, harga minyak berisiko kembali naik akibat konflik Timur Tengah, sementara regulator China baru saja meminta produsen panel surya menghindari perang harga.
Emas spot melemah 1,3 persen ke level 4.049,83 Dolar AS per troy ounce, kontrak emas berjangka AS pengiriman Agustus turun 1,3 persen ke 4.107 Dolar AS per troy ounce.
Untuk perak spot, harganya merosot 2,1 persen ke 57,76 Dolar AS per troy ounce. Platinum berkurang 0,6 persen menjadi 1.650,14 Dolar AS per troy ounce, dan palladium terkoreksi 1,8 persen ke 1.281,18 Dolar AS per troy ounce, meskipun platinum dan palladium tetap mencatatkan tren kenaikan sepanjang bulan ini.
BERITA TERKAIT: