Pada penutupan perdagangan Senin 3 Agustus 2026, harga emas spot turun 0,3 persen menjadi 4.030,34 Dolar AS per ons. Sementara emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup melemah 0,4 persen ke level 4.090,50 Dolar AS per ons.
Pergerakan emas juga masih tertahan dalam rentang 4.000 hingga 4.200 Dolar AS per ons selama lebih dari sebulan terakhir.
Tekanan serupa terjadi pada logam mulia lainnya. Harga platinum merosot 1,6 persen menjadi 1.615,25 Dolar AS per ons, sedangkan paladium anjlok 1,7 persen ke level 1.252,62 Dolar AS per ons. Adapun perak spot relatif stabil di posisi 57,63 Dolar AS per ons.
Sentimen negatif terutama datang dari lonjakan harga minyak Brent yang naik lebih dari 20 persen. Kenaikan tersebut kembali memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat sinyal hawkish pejabat The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi.
Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil. Investor juga masih mencermati ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta menunggu data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed.
Di tengah tekanan pasar tersebut, Bank Sentral Korea Selatan mengambil langkah berbeda dengan membeli emas dari produsen lokal sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi cadangan devisa negara.

BERITA TERKAIT: