Pekan ini IHSG ditutup merosot hingga 3,53 persen ke level 6.723 dibanding pekan lalu usai pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi berharap kondisi ini bisa dimanfaatkan investor.
“Kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik,” kata Hasan dalam konferensi pers dikutip Kamis 14 Mei 2026.
Menurut Hasan, tekanan yang terjadi di pasar saham domestik masih dalam batas wajar.
“Kemudian, tadi frekuensi dan volume serta nilai transaksi juga cukup baik. Secara rata-rata tidak ada perbedaan normal dibandingkan hari-hari sebelumnya,” kata Hasan.
Ia menjelaskan, pelemahan IHSG saat ini dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari tensi geopolitik hingga dampak rebalancing MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
Namun di sisi lain, koreksi tersebut membuat valuasi saham Indonesia semakin murah dibandingkan bursa saham regional lainnya.
Hasan mengungkapkan rasio
price to earning ratio (PER) IHSG kini telah turun jauh dibandingkan posisi saat indeks menyentuh
all time high pada pertengahan Januari 2026.
“Sekarang bahkan secara PER regional, tingkat rata-rata per saham-saham kita sudah ada di bawah per rata-rata bursa-bursa lainnya. Sekarang tingkatnya di level 16 kali,” kata Hasan.
BERITA TERKAIT: