Farida menjelaskan, selain terus gencar mengawal Kopdes Merah Putih, Kemenkop juga tetap mengawal dan melayani koperasi yang sudah sejak lama berdiri.
“Bapak Presiden ingin semua wilayah, baik di pedesaan maupun kabupaten menjaga ketahanan pangannya. Sehingga di Kemenkop punya konsentrasi khusus. Sekarang kita mendorong agar koperasi harus masuk ke sektor-sektor produksi, Industri, dan distribusi,” ujar Farida.
Wamenkop menyebut kehadirannya ke Lampung adalah bentuk dukungan kepada koperasi produsen, khususnya terkait dengan agro.
“Lampung Timur ini adalah pusatnya tanaman coklat. Jadi yang harus diperkuat adalah akses modal, akses pasar, dan kualitas SDM-nya,” ujarnya.
Selain itu, Farida juga menjelaskan terkait update dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Ini adalah ekosistem punya koperasi warga desa/kelurahan. Terkait akses pasar harusnya tidak menjadi kendala. Semua outlet-outlet atau gerai yang ada di Lampung Timur juga tidak ada kendala,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung Evie Fatmawaty menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih di Provinsi Lampung ada 2.650 titik. Bahkan, yang sudah selesai minggu kemarin ada 174 titik.
“Mungkin hari ini sudah bertambah, khusus Lampung Timur, KDKMP-nya ada 564 titik, sebayak 264 titik yang sudah proses pembangunan. Sehingga di Provinsi Lampung sangat antusiasme menyambut didirikannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” paparnya.
BERITA TERKAIT: