Pergerakan variatif terjadi di tengah laporan terbaru terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Rencana Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz melalui misi yang disebut “Proyek Freedom” ikut memengaruhi sentimen investor global.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa AS akan berupaya “membebaskan” kapal-kapal sipil yang terjebak agar dapat kembali beroperasi secara normal melalui operasi tersebut.
Dikutip dari
CNBC International, Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak sekitar 2,51 persen ke level 6.764,38 dan mencetak rekor baru, melanjutkan tren kenaikan kuat sepanjang April.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga naik tipis 0,38 persen, meskipun aktivitas pasar terbatas karena libur nasional.
Di wilayah lain, indeks Shanghai Composite menguat tipis sekitar 0,11 persen, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian global. Sementara indeks S&P/ASX 200 di Australia justru melemah sekitar 0,48 persen.
Pasar Hang Seng Index di Hong Kong dan NIFTY 50 di India sempat berada di tengah sesi perdagangan (jeda makan siang), namun kontrak berjangka Hang Seng mengindikasikan potensi penguatan terbatas.
BERITA TERKAIT: