Sentimen positif datang dari Wall Street, di mana saham-saham chip kembali menguat dan mendorong kenaikan indeks Nasdaq Composite serta S&P 500. Kondisi ini meningkatkan optimisme investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI) yang masih menjadi salah satu motor utama pasar global.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka naik lebih dari 1 persen. Sementara indeks Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan paling tajam dengan melonjak sekitar 4 persen setelah sebelumnya mengalami tekanan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Meski mayoritas bursa Asia berada di zona hijau, pergerakannya tidak merata. Bursa Australia S&P/ASX 200 melemah 0,72 persen, sedangkan kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong mengindikasikan pembukaan yang lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan bursa Asia terutama ditopang oleh reli saham-saham semikonduktor yang terkait erat dengan perkembangan teknologi AI.
Di Korea Selatan, saham SK Hynix melonjak 6,44 persen, sementara Samsung Electronics naik 3,38 persen. Saham Seoul Semiconductor bahkan melesat lebih dari 12 persen.
Di Jepang, saham produsen peralatan chip Tokyo Electron naik 5,65 persen, disusul Advantest yang menguat 1,51 persen dan Renesas Electronics yang bertambah 2,54 persen.
Kenaikan saham-saham tersebut mengikuti tren positif sektor chip di Amerika Serikat yang kembali menjadi penggerak pasar setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam.
Namun, tidak semua saham teknologi ikut menikmati reli. Saham SoftBank Group justru masih tertekan dan turun sekitar 2 persen.
BERITA TERKAIT: