Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 4,1 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 2,8 persen
Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 2,3 persen, sedangkan indeks Topix melemah 1,9 persen.
Pasar Australia juga bergerak di zona merah. Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,97 persen pada perdagangan pagi.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan di level 24.307, lebih rendah dibandingkan penutupan hari Rabu yang berada di 24.407,96. Kondisi ini mengindikasikan pasar Hong Kong berpotensi dibuka melemah.
Pelemahan mayoritas bursa Asia terjadi setelah sentimen pasar global memburuk akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko di tengah kekhawatiran konflik yang lebih luas dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi dunia.
Kekhawatiran tersebut juga mendorong harga minyak dunia kembali naik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan "sangat keras" jika tidak tercapai kesepakatan damai antara kedua negara.
Di saat yang sama, Wall Street juga ditutup melemah tajam. Tekanan datang dari meningkatnya ketegangan AS-Iran serta berlanjutnya aksi jual pada saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor.
BERITA TERKAIT: