Langkah tegas Tokyo yang melakukan aksi beli Yen di pasar seketika membuat indeks Dolar AS (DXY) - ukuran kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang Utama - merosot 0,80 persen ke level 98,06 pada penutupan perdagangan Kamis 30 April 2026 waktu setempat.
Hal ini menghentikan tren penguatan Greenback. Intervensi ini sempat membuat Dolar AS anjlok hingga 3 persen terhadap Yen ke level 155,5 yang merupakan penurunan harian paling drastis sejak akhir tahun lalu.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama sebelumnya memang telah memberi sinyal kuat untuk mengambil tindakan nyata demi merespons pelemahan mata uangnya yang sudah melampaui batas fundamental.
Akibat tekanan luar biasa terhadap Dolar AS ini, mata uang utama lainnya seperti Euro, Poundsterling, hingga Franc Swiss kompak menguat tajam.
Euro naik 0,51 persen ke posisi 1,1733 Dolar AS, sementara Pound menguat 0,98 persen menjadi 1,3607 Dolar AS. Dolar AS juga merosot 1,28 persen versus Franc Swiss
Situasi pasar valuta asing kian bergejolak karena bersamaan dengan memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di Washington.
BERITA TERKAIT: