Dikutip dari Reuters, Sabtu 25 April 2026, pada penutupan perdagangan Jumat harga minyak mentah Brent berakhir di level 105,33 Dolar AS per barel, naik tipis sekitar 0,3 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS justru turun 1,5 persen ke 94,40 Dolar AS per barel.
Meski berbeda arah pada hari itu, secara mingguan keduanya melonjak signifikan, di mana Brent naik sekitar 16 persen dan WTI hampir 13 persen.
Pergerakan harga yang fluktuatif ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kekhawatiran pasokan minyak dan peluang dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran. Di awal perdagangan, harga sempat naik sekitar 2 persen akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk aksi Iran yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz.
Namun, kenaikan harga tidak bertahan lama setelah muncul kabar diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, dilaporkan akan bertemu pihak AS untuk membahas kemungkinan dimulainya kembali perundingan. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mengirim utusan khusus ke Pakistan untuk membicarakan isu Iran.
Trump bahkan mengisyaratkan adanya langkah baru dari Iran dengan mengatakan, “Mereka sedang mengajukan penawaran dan kita harus lihat nanti,” yang memberi harapan akan meredanya konflik.
Meski begitu, situasi di lapangan masih tegang. Jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terganggu, dengan sangat sedikit kapal yang bisa melintas dalam 24 jam terakhir. Hal ini memperkuat kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan global.
Seorang analis dari perusahaan pialang minyak menyebut bahwa para pelaku pasar kini cenderung berhati-hati. Mereka mulai mengurangi posisi menjelang akhir pekan karena situasi yang sulit diprediksi, sambil menunggu perkembangan terbaru dari konflik Iran.
Ke depan, arah harga minyak akan sangat bergantung pada hasil negosiasi. Jika pembicaraan damai gagal dan konflik kembali memanas, harga minyak berpotensi naik lebih tinggi lagi, bahkan bisa mencetak rekor baru tahun ini. Sebaliknya, jika ada kemajuan diplomatik, tekanan terhadap harga bisa mulai mereda.
BERITA TERKAIT: