Di sisi lain, MBG yang digadang-gadang juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan perlu berjalan secara masif dan sistematis.
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) yang juga pakar koperasi, Suroto mendorong agar pelaksanaan MBG dititikberatkan kepada model koperasi.
“Sebaiknya, dapur-dapur SPPG (Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu ditransformasi sebagai kepemilikan bersama masyarakat dan dikelola secara demokratis. Lembaga yang memungkinkan untuk itu ialah koperasi,” kata Suroto kepada
RMOL di Jakarta, Minggu malam, 12 April 2026.
Pasalnya, saat ini SPPG hanya dimiliki oleh yayasan yang notabene didirikan segelintir orang dan adanya penumpukan modal dari kalangan elite.
Lanjut Suroto, SPPG dalam bentuk koperasi sangat memiliki multiplier effect yang besar di masyarakat.
“Supaya program MBG dapat pengawasan dan keputusan langsung oleh masyarakat setempat, dan untuk mencegah komersialisasi, markup, atau apapun itu, maka sudah seharusnya, bentuknya koperasi,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: