Investor kembali berani mengambil risiko setelah Amerika Serikat (AS) menahan diri dari serangan terhadap Iran, sementara Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kesiapan menuju gencatan senjata.
Optimisme semakin menguat setelah Iran mengindikasikan kemajuan dalam negosiasi untuk memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz. Prospek meredanya konflik tersebut mendorong harga minyak mentah Brent turun di bawah 84 Dolar AS per barel.
Penurunan harga energi ikut meredakan tekanan inflasi dan biaya pinjaman, sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England. Sentimen ini kemudian menjadi katalis bagi penguatan hampir seluruh bursa utama Eropa.
Euro STOXX 50 melonjak 1,2 persen ke level 6.440, sementara STOXX Europe 600 naik 0,4 persen menjadi 652.
Di Jerman, DAX 40 melesat lebih dari 1,5 persen dan menembus rekor baru di atas 26.000 poin. FTSE MIB Italia menguat 1,3 persen ke 52.871 dan CAC 40 Prancis naik 1,2 persen ke 8.614.
Sementara itu, FTSE 100 Inggris bergerak berlawanan dengan melemah tipis. Tekanan datang setelah data menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur Inggris pada Juli melambat, meski pesanan baru masih relatif kuat.
Sektor perbankan menjadi salah satu motor penguatan. Saham UniCredit, Santander, BBVA, dan BNP Paribas kompak naik lebih dari 2 persen, dengan UniCredit menguat sekitar 3 persen.
Di Italia, saham Intesa Sanpaolo naik sekitar 2,3-2,4 persen setelah pembicaraan merger antara Banca MPS dan Banco BPM terhenti. Situasi ini membuka peluang bagi Intesa untuk mengejar akuisisi Banca MPS. Jika rencana penambahan modal pada September dan penyelesaian transaksi akhir tahun terealisasi, Intesa berpotensi menjadi bank terbesar kedua di zona Euro.
Reli juga merambah saham teknologi dan industri. Saham SAP melonjak 4,4 persen mengikuti penguatan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) global. Saham Siemens Healthineers naik lebih dari 6 persen setelah menaikkan panduan laba per saham tahunan dan mencatat backlog pesanan yang kuat. Deutsche Telekom juga menguat 5 persen menjelang laporan keuangan, sedangkan E.ON naik sekitar 2 persen setelah mendapat peningkatan peringkat menjadi "Beli" dari Jefferies.
Saham barang mewah turut menikmati sentimen positif. Kering naik 1,5 persen setelah penurunan penjualan Gucci melambat pada paruh pertama tahun ini. LVMH kemudian menguat 2,5 persen, Hermès 1,9 persen, dan Brunello Cucinelli 5 persen.
Saham penerbangan dan pertahanan juga mencatat penguatan, dengan Airbus naik 2,9 persen, Safran 3,8 persen, Rolls-Royce sekitar 2 persen, dan Avio 4,3 persen. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah turut menopang saham properti Inggris, termasuk Barratt Redrow yang naik lebih dari 3 persen dan Persimmon sekitar 2,5 persen.
Namun, reli tidak berlangsung merata. AstraZeneca menjadi salah satu saham yang paling tertekan setelah anjlok 9 persen menyusul laporan pembicaraan merger dengan Bristol Myers Squibb yang dinilai analis tidak memiliki dasar strategis maupun finansial yang kuat.
Penurunan harga minyak juga menyeret saham energi. BP melemah lebih dari 0,5 persen dan Eni turun 1,2 persen. Sementara itu, saham produsen kabel Prysmian turun 0,7 persen setelah mengumumkan akuisisi perusahaan AS, Atkore, yang sebagian besar akan dibiayai melalui utang.
BERITA TERKAIT: