Penguatan, didorong oleh gelombang laporan kinerja keuangan perusahaan yang solid serta penurunan harga energi di tengah harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Indeks acuan kawasan, Euro STOXX 50, menguat 0,2 persen ke level 6.294, sementara STOXX Eropa 600 naik 0,4 persen mencapai 647. Sentimen positif ini turut didukung oleh penguatan kepercayaan konsumen Prancis bulan Juli yang naik ke level 86, pencapaian tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Di pasar domestik, indeks DAX 40 Jerman menguat 0,5 persen ke posisi 25.492. Ini adalah level tertinggi sejak 6 Juli, ditopang oleh lonjakan saham SAP lebih dari 5 persen pasca meluncurkan program pembelian kembali saham senilai 10 miliar Euro dan mencatatkan hasil kuartal kedua yang melampaui estimasi.
Sektor telekomunikasi dan otomotif Jerman juga menyumbang kenaikan, di mana Deutsche Telekom naik lebih dari 2 persen, Airbus bertambah lebih dari 1,5 persen, dan Mercedes-Benz menguat lebih dari 2 persen setelah mempertahankan target margin kendaraan penumpangnya.
Di Prancis, indeks CAC 40 ditutup naik 0,6 persen ke level 8.459 seiring menguatnya saham barang mewah; LVMH naik 1 persen berkat pertumbuhan penjualan semester pertama yang stabil, yang kemudian mendorong kenaikan saham L'Oreal sebesar 2,4 persen, Hermes 2,3 persen, dan Kering 2,9 persen. Selain itu, Safran melonjak setelah menaikkan panduan kinerja tahunannya, sementara Orange melesat usai mencetak laba semesteran yang solid.
Dari Inggris, indeks FTSE 100 menanjak 0,9 persen melampaui level 10.800 ke posisi tertinggi sejak penutupan rekor 27 Februari, didukung lonjakan saham Unilever sebesar 8,5 persen setelah menaikkan proyeksi penjualan tahunan serta kenaikan GSK sebesar 4 persen berkat penghematan biaya dan peningkatan laba.
Meskipun mayoritas bursa utama menguat, kinerja pasar ditahan oleh penurunan tajam di sektor teknologi, semikonduktor, dan energi. Sektor teknologi global terus berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran atas tingginya valuasi, kebutuhan investasi yang meningkat, serta persaingan ketat dari produsen peralatan chip asal China. Hal ini menekan saham ASML yang turun 3 persen, Infineon yang terkoreksi sekitar 6 persen, serta STMicroelectronics dan Prysmian yang turut merosot.
Di sektor energi, melemahnya harga minyak mentah menekan saham-saham seperti Siemens Energy, Shell, BP, Tenaris, dan Eni.

BERITA TERKAIT: