Meski laporan keuangan kuartal II secara umum positif, laju penguatan pasar tetap terbatas karena investor mengkhawatirkan eskalasi konflik di Timur Tengah serta ketegangan AS-Iran yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin tahun ini.
Di tengah kehati-hatian global tersebut, indeks pan-Eropa STOXX 600 naik tipis 0,16 persen ke level 643,73. Pergerakan bursa regional utama lainnya berakhir bervariasi, di mana indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,54 persen ke posisi 10.572,24, sedangkan DAX Jerman melemah 0,34 persen ke posisi 24.915,49, dan CAC Prancis berkurang tipis 0,05 persen menjadi 8.377,86.
Secara sektoral, industri media memimpin penguatan dengan lonjakan 1,43 persen, sementara sektor basic resources menjadi penekan utama pasar setelah merosot 1,38 persen.
Sektor teknologi sendiri bergerak relatif datar; saham ASML melesat 3,16 persen menyusul rekor laba kuartal II TSMC yang melonjak 77 persen, namun produsen chip lain seperti STMicroelectronics dan BE Semiconductor justru terkoreksi masing-masing 4,91 persen dan 3,20 persen karena mulai kehilangan momentum reli.
Terlepas dari dinamika tersebut, para analis menilai valuasi saham Eropa saat ini masih jauh lebih menarik dibandingkan pasar Amerika Serikat, terutama jika situasi geopolitik mulai mereda dan pertumbuhan ekonomi kawasan kembali pulih.
Dari sisi aksi korporasi dan kinerja emiten, saham Delivery Hero ditutup stagnan setelah menerima penawaran akuisisi senilai 14,8 miliar Dolar AS dari Uber, meskipun sahamnya telah melonjak hampir 70 persen sepanjang tahun ini akibat rumor tersebut.
Saham ABB anjlok 5,91 persen setelah mengumumkan akuisisi Rotork senilai 5,5 miliar Dolar AS meskipun laba operasionalnya melampaui ekspektasi, sedangkan saham Rotork yang diakuisisi justru meroket hingga 66,78 persen
Di Prancis, grup periklanan Publicis berhasil menguat 3,07 persen setelah membukukan kenaikan pendapatan semester pertama berkat tingginya permintaan terhadap layanan berbasis kecerdasan buatan.
BERITA TERKAIT: