Selamat Idul Fitri Mudik

Bursa Asia Limbung, Ancaman Perang AS-Iran Guncang Pasar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 23 Maret 2026, 08:39 WIB
Bursa Asia Limbung, Ancaman Perang AS-Iran Guncang Pasar
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Pasar saham Asia-Pasifik terjun bebas di Senin pagi, 23 Maret 2026, dan menjadi momen kelam. Investor terbangun dengan berita eskalasi ketegangan Timur Tengah yang mencapai titik didih baru. Retorika tajam antara Washington dan Teheran telah memicu aksi jual masif, mengirim indeks-indeks utama ke zona merah tua.

Ketegangan memuncak setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman keras pada Sabtu lalu. Trump menyatakan akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz—jalur nadi energi dunia—tidak dibuka sepenuhnya dalam waktu 48 jam.

Tanggapan dari Teheran tidak kalah agresif. Mohammad Bagher Ghalibaf melalui platform X menegaskan bahwa infrastruktur energi dan fasilitas desalinasi di seluruh Teluk akan menjadi "target sah" yang akan dihancurkan secara permanen. Bahkan, Ghalibaf memperluas ancamannya ke ranah finansia

Konflik yang kini memasuki pekan keempat telah meledakkan volatilitas di seluruh kawasan. indeks MSCI Asia Pasifik terpangkas hingga 1,2 persen di awal perdagangan, menunjukkan aksi jual yang merata di tingkat regional. 

Di Tokyo, indeks Nikkei 225 mengalami kejatuhan tajam hingga 3 persen. Para pialang di Jepang tampak melakukan aksi jual panik sebagai reaksi tertunda setelah bursa sempat tutup karena libur di hari Jumat lalu. 

Situasi serupa—namun jauh lebih parah—terjadi di Seoul, di mana indeks KOSPI Korea Selatan tersungkur lebih dari 4 persen. Ini merupakan salah satu penurunan harian terdalam akibat kekhawatiran gangguan rantai pasok teknologi global.

Sementara itu di belahan selatan, pasar saham Australia (ASX 200) juga tidak imun terhadap sentimen negatif ini dengan pelemahan sebesar 2 persen. Saham-saham sektor perbankan dan pertambangan menjadi pemberat utama seiring dengan kaburnya investor ke aset yang lebih aman. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA