Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran inflasi baru yang dapat menunda pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB).
Indeks pan-Eropa STOXX 600 merosot 0,63 persen ke level 594,92, mencatat penurunan hampir 6 persen sejak rekor tertingginya di akhir Februari.
Indeks DAX melemah 0,77 persen atau 181,66 poin menjadi 23.409,37. FTSE 100 Inggris turun 0,34 persen atau 35,23 poin ke posisi 10.249,52,. Sementara CAC Prancis kehilangan 0,98 persen atau 78,13 poin jadi 7.915,36 dan FTSE MIB Italia berkurang 0,29 persen atau 127,30 poin ke 44.024,96.
Sektor properti anjlok 2,7 persen dan menjadi penurunan terdalam karena sensitivitas terhadap ekspektasi suku bunga dan inflasi.
Sektor perjalanan dan perbankan turun masing-masing 2 persen dan 0,5 persen akibat kekhawatiran biaya energi dan risiko sistemik.
Satu-satunya sektor yang menghijau atau sektor energi yang menguat 1,4 persen, terdorong harga minyak yang mendekati 120 Dolar AS per barel.
Saham Kinnevik (Swedia) ambles 17 persen setelah adanya laporan short-selling dari Ningi Research. Sham Roche (Swiss) juga melemah 2,6 persen menyusul kegagalan uji klinis obat kanker payudara.
Investor tetap waspada seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Eropa ke level tertinggi dalam satu tahun, mencerminkan antisipasi pasar bahwa ECB mungkin akan menaikkan suku bunga pada periode Juni atau Juli mendatang.
BERITA TERKAIT: