Meski demikian, penguatan pasar cenderung tertahan oleh fluktuasi harga minyak Brent yang masih bertahan di atas 100 Dolar AS per barel, memicu kekhawatiran berlanjutnya inflasi energi.
STOXX 600 (Pan-Eropa) menguat 0,19 persen atau bertambah 1,17 poin) ke level 611,34.
Bursa regional bergerak variatif. DAX (Jerman) menguat 0,38 persen ke posisi 24.400,65. FTSE 100 (Inggris) juga menguat 0,07 persen ke posisi 10.330,55. Namun, CAC 40 (Prancis) melemah 0,07 persen ke level 7.981,76.
Secara umum, performa bursa Eropa masih tertinggal dari bursa global lainnya. Hal ini dipicu oleh tingginya ketergantungan kawasan terhadap impor energi serta minimnya eksposur terhadap saham perangkat keras Artificial Intelligence (AI) yang saat ini menjadi motor utama reli pasar dunia.
Di tengah ketidakpastian makroekonomi dan tingginya imbal hasil obligasi Jerman (tertinggi dalam 15 tahun terakhir akibat proyeksi kenaikan suku bunga ECB), investor cenderung beralih ke sektor defensif dan saham dengan sentimen korporasi spesifik.
Sektor makanan dan minuman serta layanan kesehatan melonjak lebih dari 1,5 persen.
Saham SAP melambung 6 persen dan Dassault Systèmes naik 2,8 persen.
Pasar juga mendapat sentimen positif dari perkembangan perdagangan internasional. Negosiator Uni Eropa dilaporkan hampir menyepakati penghapusan bea masuk untuk sejumlah produk AS guna meredam ancaman kenaikan tarif dagang dari Presiden Donald Trump.
BERITA TERKAIT: