Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, upaya sterilisasi pasar dari barang impor ilegal akan mengganggu kepentingan sejumlah pihak.
“Mohon pahami kalau lima bulan ke depan saya akan banyak dihajar, karena pasti banyak pihak yang terganggu,” ujar Maman di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu 4 Maret 2026.
Menurutnya, penertiban dilakukan setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data ekspor dan impor, khususnya dari China.
Ia menyebut terdapat selisih signifikan antara angka barang yang dicatat keluar dari negara asal dengan yang tercatat masuk ke Indonesia.
“Yang dicatat di sana 1.000, yang dicatat di Indonesia cuma 100. Berarti kan ada gap. Ke mana sembilan ratusnya itu?” tanya Maman.
Maman menegaskan temuan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan kepala negara memberi lampu hijau untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sebagai bagian dari perlindungan UMKM.
“Pak Presiden mendukung 100 persen. Pak Presiden mengatakan, silakan Pak Menteri jalankan, saya mendukung,” kata Maman.
BERITA TERKAIT: