Indeks acuan STOXX 600 berhasil menguat tipis 0,1 persen, yang secara akumulatif mengunci kenaikan bulanan selama delapan bulan berturut-turut. Ini adalah reli terpanjang sejak periode 2012-2013. Penguatan ini didorong oleh laporan kinerja korporasi yang jauh lebih tangguh dari prediksi awal para analis.
Sektor perbankan merosot 1,7 persen terseret oleh isu risiko kredit pada penyedia hipotek Inggris, Market Financial Solutions (MFS).
Saham Barclays dan Santander menjadi korban utama dengan penurunan masing-masing sebesar 4,2 persen dan 2,8 persen. Sentimen negatif ini turut membebani indeks IBEX 35 Spanyol yang turun 0,7 persen.
Pasar masih dibayangi oleh kecemasan terhadap efektivitas alat AI baru yang berpotensi menggerus model bisnis tradisional, ditambah ketidakpastian perdagangan global akibat ancaman tarif baru dari Amerika Serikat.
Investor mulai mengalihkan modal ke sektor "aman" seperti kesehatan dan makanan-minuman untuk memitigasi risiko.
Sektor perjalanan terpukul kenaikan harga minyak, menyebabkan saham induk British Airways (IAG) turun 7,4 persen meski labanya melampaui ekspektasi.
Secara fundamental, ketahanan pasar Eropa saat ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB). Meskipun inflasi mulai melandai, pertumbuhan ekonomi di zona Euro (khususnya Jerman) masih cenderung stagnan.
Investor kini bertaruh bahwa perbaikan laba emiten seperti HSBC dan Nestle dapat menjadi bantalan utama jika suku bunga tetap tinggi lebih lama dari perkiraan (higher for longer).
BERITA TERKAIT: