Rencana pembelian ini akan dijalankan melalui Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, yang juga menjabat CEO Danantara, sebagai pengelola BUMN.
"Dari Agreement Reciprocal Tarif ini ada beberapa kegiatan yang menyangkut Kementerian Investasi maupun Danantara, termasuk rencana pembelian 50 pesawat oleh Boeing," ujar Rosan dalam konferensi pers daring, Jumat, 20 Februari 2026, usai penandatanganan tarif AS–RI.
Rosan menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti komitmen tersebut melalui pembicaraan lebih intensif dengan pihak Boeing.
"Nanti kita lanjutkan pembicaraan dengan Boeing, walaupun sebelumnya sudah ada pembicaraan awal," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengungkapkan rencana ini untuk memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional unggulan.
"Memang kita perlu membesarkan Garuda. Garuda adalah kebesaran kita, flag carrier nasional. Garuda lahir di dalam perang kemerdekaan kita, jadi harus jadi lambang Indonesia," kata Prabowo pada 17 Juli 2025.
"Saya bertekad membesarkan Garuda. Untuk itu kita butuh pesawat baru. Tidak ada masalah, pesawat Boeing juga cukup bagus," tandasnya.
Rencana pembelian 50 unit pesawat ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat armada Garuda secara signifikan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat.
BERITA TERKAIT: