Dikutip dari CNBC International, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1,56 persen. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 1,6 persen, sementara Topix terkoreksi 1,34 persen. Bursa Korea Selatan juga ikut tertekan dengan Kospi turun 0,75 persen.
Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.756, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 25.898,76, menandakan potensi pelemahan pada pembukaan perdagangan.
Kenaikan tajam harga minyak dan eskalasi konflik di Timur Tengah kini menjadi faktor utama yang membayangi sentimen investor global.
Kondisi ini terjadi meskipun Amerika Serikat dan sekutunya telah mengumumkan langkah darurat berupa pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar untuk menenangkan pasar energi global.
Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) menyatakan akan melepas sekitar 400 juta barel minyak untuk mengatasi gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Langkah ini menjadi pelepasan cadangan terbesar sepanjang sejarah organisasi tersebut. Namun IEA belum menjelaskan secara rinci kapan cadangan minyak tersebut akan mulai masuk ke pasar.
BERITA TERKAIT: