Pelaku pasar saat ini masih diliputi kekhawatiran setelah tiga indeks utama Wall Street melemah semalam, dipicu tekanan pada saham perusahaan kredit swasta serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dikutip dari
CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,12 persen dan Topix melemah 1,18 persen seiring investor mencermati data inflasi Januari yang turun di bawah target 2 persen Bank Sentral Jepang untuk pertama kalinya dalam 45 bulan.
Di Korea Selatan, Kospi justru menguat 1,02 persen, berlawanan arah dengan Kosdaq yang turun 0,43 persen. Sementara itu indeks ASX 200 Australia dibuka sedikit melemah.
Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah Sumitomo Pharma. Saham perusahaan farmasi besar Jepang tersebut sempat melonjak hingga 6,81 persen pada awal perdagangan, namun kemudian berbalik arah dan anjlok lebih dari 11 persen, menunjukkan volatilitas yang tinggi di pasar.
Di sisi lain, bank sentral China dijadwalkan mengumumkan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR), dengan suku bunga tenor satu tahun saat ini di 3 persen dan lima tahun di 3,5 persen. Namun, pasar saham China daratan dan Hong Kong masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
BERITA TERKAIT: