Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta keputusan sejumlah produsen minyak untuk memangkas produksi setelah penutupan Selat Hormuz.
Dikutip dari
CNBC International, Senin 9 Maret 2026, indeks Nikkei 225 Jepang merosot sekitar 6,05 persen dan jatuh ke bawah level 53.000 untuk pertama kalinya sejak 6 Februari. Sementara itu indeks TOPIX juga melemah 5,27 persen pada perdagangan awal.
Tekanan jual juga terlihat pada saham-saham teknologi besar Jepang. Saham SoftBank Group anjlok hampir 10 persen, sementara produsen peralatan chip Advantest dan Lasertec masing-masing turun lebih dari 10 persen dan sekitar 9 persen.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI jatuh sekitar 6,5 persen, memicu penghentian sementara perdagangan (circuit breaker) untuk kontrak berjangka Kospi 200. Langkah darurat itu diaktifkan setelah penurunan tajam kembali terjadi, menyusul pekan lalu ketika indeks tersebut sempat anjlok lebih dari 12 persen dalam sehari.
Saham raksasa teknologi Samsung Electronics merosot 8,4 persen, sedangkan produsen chip memori SK Hynix turun lebih dalam, yakni sekitar 9,2 persen.
Tekanan juga merembet ke Australia. Indeks S&P/ASX 200 turun sekitar 3,68 persen pada perdagangan awal.
BERITA TERKAIT: