Kebijakan ini diambil setelah krisis ojol ramai diperbincangkan di media sosial X dan Thread. Warganet mengeluhkan sulitnya memesan ojol dalam beberapa hari terakhir ini.
Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, mengatakan perusahaan akan menerapkan tarif khusus pada masa libur Lebaran guna meningkatkan peluang pendapatan mitra pengemudi.
“Dari sisi mitra driver, kami akan mengimplementasikan skema tarif khusus yang berlaku di periode libur Hari Raya Idulfitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra. Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu,” ujar Bambang dalam keterangan tertulis pada Rabu, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada para mitra pengemudi yang tetap memilih bekerja dan melayani masyarakat selama masa libur Lebaran.
“Langkah ini penting kami jalankan untuk mengapresiasi mitra driver yang tetap memilih melayani masyarakat di periode libur Hari Raya Idulfitri,” lanjutnya.
Bambang menegaskan, Gojek berkomitmen menjaga kenyamanan pengguna sekaligus memastikan ekosistem layanan tetap memberikan peluang bagi mitra pengemudi untuk memperoleh penghasilan yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Bambang juga mengatakan bahwa penyebab krisis ojol dipicu lonjakan permintaan di tengah berkurangnya jumlah pengemudi aktif menjelang libur Hari Raya Idulfitri.
Sebagian driver, kata Bambang memilih mudik lebih awal untuk berkumpul bersama keluarga.
“Pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek, khususnya yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” jelasnya.
Selain itu, kondisi cuaca hujan yang memicu genangan di sejumlah titik dan kemacetan juga disebut menjadi faktor yang mempengaruhi ketersediaan mitra pengemudi.
BERITA TERKAIT: