Dikutip dari
CNBC, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah dan berlanjut turun 0,80 persen atau 71,60 poin ke level 8.862,30 pada pukul 08.15 WIB. Di Korea Selatan, indeks Kospi sempat dibuka menguat 1,09 persen dan Kosdaq melonjak 2,69 persen, namun Kospi kemudian berbalik melemah 0,26 perssn.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang bergerak menguat 0,15 persen ke level 53.437,15, meski indeks Topix justru turun 0,57 persen. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 27.565, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.826,91.
Sorotan utama investor Asia tertuju pada Indonesia, menyusul tekanan hebat yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan sebelumnya, IHSG terjungkal 7,35 persen dan ditutup di level 8.320,55. Kejatuhan tajam ini dipicu peringatan dari penyedia indeks global MSCI mengenai potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier.
Selain itu, Goldman Sachs juga menurunkan rekomendasi pasar saham Indonesia menjadi underweight, seiring ekspektasi berlanjutnya aksi jual pasif. Para ahli strategi Goldman Sachs menilai potensi aksi jual tersebut akan menjadi “beban” yang menghambat kinerja pasar.
Tekanan terhadap aset Indonesia juga tercermin dari pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, di mana harganya rontok 10,03 persen ke level 17,26 Dolar AS.
Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi lebih lanjut pada perdagangan hari ini.
BERITA TERKAIT: